Detail Cantuman Kembali
kuat lentur sambungan dua irisan pada gading-gading kapal kayu dengan perekat dan kombinasi pasak perekat
Dalam pembuatan kapal kayu diperlukan kayu dengan bentangan yang cukup panjang terutama dalam pembuatan gading-gading kapal kayu. Disisi lain, kayu-kayu yang berasal dari hutan alam atau yang diperjual belikan di pasaran biasanya memiliki panjang yang terbatas. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk dapat memanfaatkan kayu-kayu tersebut dengan teknik penyambungan kayu. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis kayu kamper (Dryobalanops lanceolata) yang diaplikasikan sebagai gading-gading kapal kayu. Dalam penelitian ini dilakukan uji kekuatan lentur pada spesimen sambungan dua irisan dengan menggunakan perekat dan kombinasi pasak dan perekat. Dimana pasak yang digunakan terbuat dari Bambu Petung dengan diameter sebesar 10 mm. Berdasarkan hasil pengujian yang menggunakan perekat memiliki nilai kuat lentur terbaik dengan rata-rata 304,219 (kg/cm2), di ikuti sambungan kombinasi pasak perekat nilai rata-rata 269,997(kg/cm2) dan sambungan pasak memiliki nilai rata-rata terendah yaitu 108,628(kg/cm2). Jika pasak bambu mudah bergeser maka berpengaruh pada nilai kekuatan sambungan maka sambungan tidak menjadi kuat, ruas bambu berpengaruh terhadap kekuatan lentur pada pasak karena ruas pada bambu memiliki struktur serat yang tidak beraturan jadi pasak mudah mengalami patah, perekat resorcinol formaldehyde terbukti sangat baik sehingga mampu menahan beban secara maksimal dan memperoleh nilai paling baik pada spesimen perekat, arah serat kayu yang menyimpang dan cacat pada permukaan kayu juga berpengaruh terhadap kekuatan struktur sambungan, jumlah dan lubang pasak jika mengalami keretakkan maka kekuatan sambungan akan berkurang.
621.17.15 Yud k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xii, 68 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







